Minggu, 24 Maret 2013

Cara mencari informasi lintang dan bujur suatu lokasi

Cara untuk mencari informasi lokasi geografis ( Lintang dan Bujur ) Suatu lokasi SMA 17 AGUSTUS 1945 antara lain :
1.    Silahkan buka situs https://maps.google.com/
2.    Ketik nama lokasi yang ingin dicari seperti SMA 17 Agustus 1945, pada kotak search seperti dibawah ini
3.    Klik kanan pada symbol A yang berwarna merah kemudian pilih “ Ada apa disini? “


4.    Setelah diklik “ Ada apa disini? “ maka secara otomatis akan tampil titik koordinat lintang dan bujur dari SMA 17 Agustus 1945 akan tampil pada kotak search yang berarti lintang -6.224094 dan bujur 106.849716 seperti dibawah ini


Sabtu, 09 Maret 2013

Tugas Sistem Informasi Geografis



1. SI (definisi & cakupan)

2. Bahasa pemogramanapa saja yang telah anda pelajari

    * Tingkat pemograman

    * Apa yang ingin anda pelajari lebih dalam

3. Aplikasi apa saja yang pernah anda kembangkan atau rencanakan, jelaskan spesifikasi tools yang digunakan

4. SIG apa yang anda ketahui, apa yang anda harapkan dari perkuliahan tersebut, apa yang anda lakukan untuk target atau harapan tersebut.

Jawab

1. Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Definisi Sistem Informasi - Menurut Mc leod Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli - Sistem informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. (Erwan Arbie, 2000, 35).
Menurut O’Brien (2005, p5),  sistem  informasi   adalah   suatu   kombinasi terartur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi.

Cakupan Sistem Informasi :

         Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
             Sistem Informasi Sumberdaya Manusia
         Sistem Informasi Manufaktur
             CIM (Computer Integrated Manufacturing)
         Sistem Informasi Pemasaran
             Otomatisasi armada penjualan (Sales Force Automation)
             Manajemen produk
             Iklan dan promosi
             Penelitian pasar dan peramalan penjualan
             Layanan dan dukungan pelanggan
             Pemasaran interaktif
         Sistem Informasi Akuntansi
             Pemrosesan Pesanan (Order Processing)
             Pengawasan Inventaris (Inventory Control)
             Account Receivable
             Account Payable
             Penggajian (Payroll)
             Buku Besar (General Ledger)
         Sistem Informasi Keuangan
             Pengelolaan Kas dan sekuritas
             Capital Budgeting
             Pengelolaan investasi
             Perencanaan Keuangan

2. Bahasa pemograman yang telah saya pelajari :

-          Visual Basic

-          C/C++

-          Pascal

-          Q-Basic

-          Java

-          Oracle / SQL

Bahasa pemograman yang saya ingin pelajari lebih dalam adalah bahasa pemograman java dan oracle /sql

3. Aplikasi SI yang pernah saya kembangkan atau rencanakan adalah aplikasi informasi letak rumah sakit di Jakarta selatan berbasis android

Spesifikasi Hardware Dan Software

Spesifikasi Hardware dan Software untuk membuat aplikasi

1.      Processor         : Intel(R) Core(TM) i5-2430 CPU @ 2.40GHz  2.40GHz

2.      RAM               : 4.00 GB

3.      System type    : 64-bit Operating System

4.      OS                   : Microsoft Windows 7 Ultimate

Software yang digunakan untuk membuat aplikasi:

a.       Operating System Microsoft Windows 7 Ultimate

b.      Eclipse Indigo 3.5

c.       Android SDK (Software Development Kit)

d.      Android Virtual Device (ADV) versi Google Api’s 8 platform 2.2

Spesifikasi Hardware dan Software untuk menjalankan aplikasi

            Dalam menjalankan aplikasi ini minimal menggunakan telepon seluler dengan sistem operasi android. Telepon seluler yang digunakan untuk mencoba aplikasi ini adalah Sony Ericsson Xperia X8 yang mempunyai spesifikasi sebagai berikut:

·         Jaringan           : GSM/GPRS/EDGE 850/900/1800/1900

·         Data                : HSDPA 7,2 Mbps 900 / 2100

·         Dimensi           : 99 x 54 x 15 mm

·         Layar               : 3.0 inches, 320 x 480 px, TFT capacitive touchscreen, 16M colors

·         Kamera            : 3.15 MP, 2048x1536 pixels

·         OS                   : Android OS 2.2 (FroyoBread)

·         CPU                : 600 MHz processor

·         Memory           : Memory Internal 128 MB, microSD, Up to 16 GB

4. Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.Yang saya harapkan dari perkuliahan SIG ini adalah saya dapat mempelajari sistem informasi geografis ini dengan mudah juga untuk menambah ilmu pengetahuan tentang sistem informasi. Saya akan beursaha semaksimal mungkin untuk memahami dan mengerti pelajaran dari mata  kuliah SIG ini agar target dan harapan saya dapat tercapai atau terwujud





Sabtu, 19 Januari 2013

V-class Analisis Kinerja Sistem (COBIT)

Pengertian COBIT
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah sebuah proses model yang dikembangkan untuk membantu perusahaan dalam pengelolaan sumber daya teknologi informasi (IT). Proses model ini difokuskan pada pengendalian terhadap masing-masing dari 34 proses IT, meningkatkan tingkatan kemapanan proses dalam IT dan memenuhi ekspektasi bisnis dari IT. COBIT menciptakan sebuah jembatan antara manajemen TI dan para eksekutif bisnis. COBIT mampu menyediakan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh semua pihak.

COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI), yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). Saat ini pengembangan terbaru dari standar ini adalah COBIT Edisi 5.0.
Manfaat yang diberikan oleh informasi dan teknologi pada perusahaan :

    Menjaga kualitas informasi untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
    Menghasilkan nilai bisnis dari investasi pemanfaatan IT , yaitu mencapai tujuan strategis dan merealisasikan manfaat bisnis melalui penggunaan IT yang efektif dan inovatif.
    Mencapai keunggulan operasional melalui penerapan teknologi yang handal dan efisien.
    Menjaga resiko yang behubungan dengan penerapan pada tingkat yang masih bisa ditoleransi mengoptimalkan biaya penggunaan it service dan teknologi


Komponen-Komponen COBIT
COBIT memiliki komponen-komponen sebagai berikut :
a. Executive Summary
b. Framework
c. Control Objective
d. Audit Guidelines
e. Management Guidelines
f. Control Practices

Tools Audit TI

Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi :

a. ACL

ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.

b. Picalo

Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
· Menganalisis data keungan, data karyawan
· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

c. Powertech Compliance Assessment

Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

Nipper

Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

    Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan

    Metasploit

Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.

      NMAP

NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)


    Wireshark

Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

V-class Analisis Kinerja Sistem

Nama : Afrizal Irvan R
Npm / Kelas : 13109339 / 4KA07

Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti untuk menentukan apakah sistem komputer
dapat melindungi aset, memelihara integritas data, memungkinkan tujuan organisasi untuk dicapai secara efektif menggunakan
sumber daya secara efisien.

Tiga aspek kata kunci definisi kontrol, yaitu :
1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system)
Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang
berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
2. Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events)
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak
akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif
(ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.
3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau
mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum
(unlawful events).
Beberapa

Langkah - Langkah Dalam Perencanaan Audit

1.      Pemahaman Bisnis dan industri klien
Untuk dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi dan praktik yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan. Dalam hal ini maka diperlukan yaitu,
a.       meriview kertas kerja tahun lalu dalam penugasan audit tahun lalu, kertas itu juga bisa menunjukkan masalah-masalah yang muncul dalam audit yang ada pada tahun lalu.
b.      Meriview data industry dan data klien informasi, untuk mencara informasi dari data tersebut dengan membaca dat aindustri yang dikumpulkan oleh kantor akuntan dan berbagai publikasi (misalnya majalah) yang diterbitkan industry yang bersangkutan.
c.       Melakukan peninjauan ke tempat operasi klien, Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung fasilitas operasi dan perkantoran.
d.      Mengajukan pertanyaaan kekomite audit Komite audit dari dewan komisaris bisa member penjelasan penting kepada auditor mengenai bisnis dan industry iklien. Komite audit juga bisa member informasi kepada auditor tentang perubahan-perubahan penting dalam manajemen perusahaan dan struktur organisasi.
2.      Melaksanakan prosedur dan analitis
Mengevaluasi informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mematikan berbagai hubungan dan unsur data, Mengidentifikasi perhitungan atau perbandinga yang harus dibuat, Mengembangkan harapan, Melaksanakan perhitungan atau perbandingan, Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan, Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan dan Menetukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit
3.      Mempertimbangkan Tingkat Materialistis Awal
Pada tahap perencanaan audit, auditor perlu mempertimbangkan materialitas awal pada dua tingkat berikut ini: (1) tingkat laporan keuangan, dan (2) tingkat saldo akun.
4.      Mempertimbangkan Resiko Audit
Mempertimbangkan Resiko Audit dilakukan untuk mengetahui dan memahami adanya resiko bawaan, pengendalian, deteksi, dan audit pada saat mempertimbangkan opini dalam suatu perusahaan atau organisasi.
5.      Mempertimbangkan Saldo Bawaan
Pada tahap perancanaan audit, auditor harus mempertimbangkan resiko bawaan. Pada tahap pemahaman dan pengujian pengendalian intern, auditor harus mempertimbangkan resiko penegdalian. Pada tahap pelaksanaan pengujian substantif, auditor harus mempertimbangkan resiko deteksi. Pada tahap penerbitan laporan audit, auditor harus mempertimbangkan resiko audit.
6.      Mengembangkan Strategi Audit Awal
Dalam proses mengembangkan strategi audit awal, terdapat dua cara yang dilakukan yaitu Primarilly Susbstantive Approach (Pendekatan Substantif) dan Lower Assesses Level of Control Risk Approach ( Menurunkan Tingkat Resiko Pendekatan Pengendalian).
7.      Review Informasi yang Berhubungan Dengan Kewajiban Klien
Melakukan review informasi kewajiban klien dilakukan untuk memperoleh gambaran ringkas kebijakan dan rencana pemilik dan para manajer, serta untuk memperoleh background information yang dapat berupa ADRT (Anggaran Dasar dan Rumah Tangga), perjanjian persekutuan, Notulen rapat direksi dan pemegang saham kontrak, peraturan pemerintah, dan arsid korespondensi.
8.      Memahami Struktur Pengendalian Intern
Dalam memahami struktur pengendalian intern, seseorang dapat melakukan identifikasi kesalahan penyajian, mempertimbangkan faktor yang memengaruhi resiko kesalahan dalam penyajian material, dan merancang pengujian substantif.

Rabu, 16 Januari 2013

JURNAL APLIKASI MOBILE AGENT UNTUK DETEKSI PENYUSUPAN PADA JARINGAN KOMPUTER

  •   Latar Belakang

Jaringan komputer terus mengalami perkembangan, baik dari skalabilitas, jumlah node dan teknologi yang digunakan. Hal ini memerlukan pengelolaan jaringan yang baik agar ketersediaan jaringan selalu tinggi.  Tugas pengelolaan jaringan yang dilakukan administrator jaringan memiliki banyak permasalahan, diantaranya yang berkaitan dengan keamanan jaringan komputer.
Penyusupan (intrusion) adalah seseorang yang berusaha merusak atau menyalahgunakan sistem, atau setiap usaha yang melakukan compromise integritas,kepercayaan atau ketersediaan suatu sumberdaya komputer. Definisi ini tidak bergantung pada sukses atau gagalnya aksi tersebut, sehingga berkaitan dengan suatu serangan pada sistem komputer.
Intrusion detection (ID) singkatnya adalah usaha mengidentifikasi adanya penyusup yang memasuki sistem tanpa otorisasi (misal cracker) atau seorang user yang sah tetapi menyalahgunakan (abuse) privelege sumberdaya sistem ( misal insider threath). Intrusion Detection System (IDS) atau Sistem Deteksi Penyusupan adalah sistem komputer (bisa merupakan kombinasi software dan hardware) yang berusaha melakukan deteksi penyusupan . IDS akan melakukan pemberitahuan saat mendeteksi sesuatu yang dianggap sebagai mencurigakan atau tindakan ilegal. IDS tidak melakukan pencegahan terjadinya penyusupan. Pengamatan untuk melakukan pemberitahuan itu bergantung pada bagaimana baik melakukan konfigurasi IDS.
Software Agent (selanjutnya disebut agent saja) adalah entitas perangkat lunak yang didedikasikan untuk tujuan tertentu. Agen bisa memiliki ide sendiri mengenai bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu.  Sejumlah riset tentang agentelah membuat bermacam aplikasi, misal untuk distributed meeting scheduler, network mapping,auction, dan searching database.

  •            Indentifikasi masalah

Saat ini jenis serangan baru pada jaringan komputer tumbuh dengan cepat melebihi kemampuan update dari sistem.  Suatu jaringan komputer yang kompleks harus selalu dijaga keamananya oleh administrator  jaringan.  Namun demikian,harus juga diperhatikan agar jangan sampai usaha untuk mengelola keamanan justru akan menurunkan ketersediaan jaringan karena banyak bandwith jaringan yang dipakai untuk pengelolaan jaringan tersebut.
Di samping itu,  seorang administrator jaringan tidak mungkin sepanjang waktu selalu berada di dekat jaringan komputer yang dikelolanya. Apabila diperlukan,  seorang administrator masih dapat melakukan aktivitas pengelolaan keamanan jaringan komputer. Meskipun ia berada jauh dari jaringan komputer yang dikelolanya.
Pada prakteknya terdapat kesulitan untuk memungkinkan perangkat lunak yang dapat melakukan pemantauan kebijaksanaan keamanan dalam lingkungan yang terdistribusi dan heterogen.  Solusi tersebut harus dapat menjamin penetapan kebijakan keamanan  yang konsisten diseluruh sistem, dan memantau kemungkinan terjadinya kebocoran dan inkonsistensi,  khususnya bila terjadi  penambahan atau pengurangan sumberdaya sistem.
Untuk itu diperlukan suatu Agent yang dapat melakukan tugas-tugas pengelolaan keamanan jaringan komputer, dan dapat beroperasi melalui jaringan internet atau intranet.  Salah satu pendekatan yang mungkin adalah dengan menerapkan mobile agent  Java.       
IDS pada umumnya melakukan dua pekerjaan, yaitu pengumpulan data dan analisis data.  Penggolongan IDS bisa dilakukan berdasar banyak karakteristik, diantaranya adalah :
  1. host based – network based collection
  2. direct – indirect monitoring
  3. internal – external sensor
Penerapan IDS telah mengalami peningkatan pesat pada tahun-tahun belakangan ini.  Salah satu alasannya adalah perkembangan dari internet dan jumlah jaringan yang cukup besar pada setiap organisasi.  Peningkatan jumlah mesin pada jaringan ini memunculkan aktivitas yang tidak diinginkan, tidak hanya dari serangan luar,  tetapi juga dari dalam seperti disgruntled employes dan orang yang menyalahgunakan privelege untuk keperluan pribadi.

  •     Tujuan

Mobile agent adalah agen yang aktif dan dapat bergerak menuju ke komputer lain, atau menjelajahi jaringan untuk menjalankan tugasnya. Penelitian ini menghasilkan rancangan aplikasi mobile agent untuk membentuk suatu prototype sistem deteksi penyusupan terdistribusi ( Distributed Intrusion Detection System ) .
IDS yang ada ,  diharap bisa melakukan pekerjaanya mendekati realtime, tahan terhadap serangan, dan overhead yang cukup kecil pada host, baik untuk penggunaan  memori dan CPU.  Dalam report ini mencoba  mendeskripsikan konsep dari penggunaan IDS  berbasis mobile agent,  karakteristik dan kemampuannya.  Pendekatan ini diusahakan mampu menangani masalah skalabilitas, reliabilitas, dan konfigurabilitas.
Tujuannya mempelajari pendekatan ini dan kemampuan deteksinya.  Dengan ini akan diperoleh kemampuan dan keterbatasan pendekatan berbasis agen saat diterapkan pada dunia nyata.

  •        Batasan Masalah

Sebelumnya akan dijelaskan klasifikasi sumber data untuk deteksi penyusupan dan mekanisme pengaksesannya.  IDS yang ada kebanyakan mempergunakan analisis data terpusat atau pengumpulan data per host dan komponen analisis yang diimplementasikan sebgai proses terpisah pada satu atau lebih komputer pada jaringan.  Permasalahan skalabilitas, konfigurabilitas, dan efisiensi dari IDS umumnya berasal dari rancangannya yang berupa suatu entitas monolithic tunggal. Pada arsitektur tersebut data dikumpulkandan diproses oleh host tunggal.
Dalam report ini diajukan suatu arsitektur terdistribusi yang mempergunakan entitas-entitas disebut agen otonom ( atau disebut agen saja), untuk mendeteksi perilaku anomali atau penyalahgunaan.  Rancangan ini diharapkan memiliki keunggulan dari arsitektur lainnya dalam skalabilitas, efisiensi, fault tolerance , dan konfigurabilitas.
Di sini mobile agent adalah program komputer yang bisa berjalan-jalan pada jaringan.  Mobile agent akan melakukan pengambilan informasi pada suatu host tujuan, meliputi : ketersediaan memori, ketersediaan space disk, informasi log dari login user, keaktifan port dan proses tertentu.  Kemudian hasil pengambilan tersebut akan dianalisa berdasarkan konfigurasi kebijakan jaringan yang ditetapkan administrator  ( disini dengan memakai suatu file), sehingga akan didapat informasi penting yang perlu diperhatikan dari setiap host.  Informasi tersebut akan berguna bagi administrator untuk memperhatikan kemungkinan adanya potensi penyusupan.  Tidak semua kemungkinan serangan atau usaha penyusupan  ditangani oleh perangkat lunak ini. Perangkat lunak ini bisa di implementasikan dengan bahasa pemrograman java, memanfaatkan tool untuk pengembangan software agents yaitu Aglets Software Development Kit, serta diharapkan bisa berjalan pada platform sistem operasi Windows dan Linux.

  •  Sumber data
Pada dasarnya mobile agent melakukan pengumpulan kondisi pada host di jaringan. Sumber data diambil dengan menggunakan fungsi-fungsi sistem dan jaringan yang disediakan oleh Java. Serta perintah yang disediakan oleh sistem operasi windows atau Linux:
  1. ping
  2. dir
  3. free
  4. df
  5. du
  6. lastlog
  7. uptime
  8. w
sejumlah informasi yang diambil:
  1. Nama host
  2. Sistem operasi
  3. Ketersediaan space disk
  4. Ketersediaan memori JVM
  5. port tertentu yang aktif
Untuk host yang menjalankan sistem operasi Linux, akan diambil juga informasi berikut:
1. Ketersediaan memori
2. Proses tertentu yang aktif
3. Waktu uptime
4. Ukuran direktory temporary
5. Mesin asal user melakukan login
4.4  Informasi Deteksi penyusupan
sejumlah kegiatan yang akan berusaha dideteksi dan dicurigai sebagai penyusupan bergantung pada kebijakan jaringan yang ditentukan administrator:
  1. N user berbeda yang melakukan login ke satu host berasal dari satu mesin
  2. Login berasal dari satu mesin ke N host berbeda ( kemungkinan penyusupan terdistribusi)
  3. Serangan terhadap memori
  4. Serangan terhadap space disk
  5. Serangan terhadap direktory temporary (/tmp)
  6. Mendeteksi port aktif dari trojan yang sudah diketahui atau mendeteksi port aneh (weird connection)
  7. Mendeteksi proses tertentu yang tidak diperkenankan/ dicurigai
  8. Kemungkinan mesin pernah mengalami rebooting, berdasar waktu uptime
Konfigurasi aturan untuk penentuan nilai parameter tersebut akan disimpan dalam sebuah file yang bisa diedit oleh administrator secara manual.
            Informasi deteksi penyusupan yang dikumpulkan diambil dari host-host yang sedang aktif pada saat proses pengumpulan sedang berlangsung. Informasi tersebut adalah:
  1. Host-host yang aktif dan kondisinya
  2. Event yang terjadi dan perlu mendapat perhatian
Informasi ini akan ditampilkan, dan juga disimpan ke database. Aplikasi ini menggunakan Mysql sebgai database server untuk menyimpan informasi hasil deteksi penyusupan. Driver MM.MySQL dipergunakan sebagai JDBC (JAVA Database Connectivity) untuk berhubungan ke program java. Struktur tabel untuk menampung informasi, sebagai berikut :
  1. no (int(11) , PRIMARY KEY, NOT NULL , auto_increment): untuk primary key tabel.
  2. pengambilan (varchar (50)): saat pengambilan informasi deteksi dilakukan
  3. laporan (text): berisi laporan hasil deteksi
Laporan hasil deteksi akan memuat informasi penting yang perlu diperhatikan, serta informasi keseluruhan yang diambil dari host tujuan.
4.5 Penentuan batasan Sistem
Sebelum melangkah ke proses desain selanjutnya, perlu ditentukan dahulu beberapa syarat batas minimal yang harus dipenuhi agar proses deteksi penyusupan berjalan dengan sukses.
Deteksi penyusupan dilakukan dengan mengirimkan agen melalui jaringan dari satu host ke host tujuan yang berada dalam jaringan komputer. Agar proses pengiriman agen tidak menghabiskan banyak waktu dan bandwith jaringan, agen tersebut harus berukuran cukup kecil, hanya beberapa puluh kilobyte saja. Bahasa pemrograman yang cocok untuk keperluan tersebut adalah Java karena hasil kompilasi Java cukup kecil dan Java sangat handal untuk aplikasi jaringan.
Syarat host yang akan menjadi tujuan pengiriman mobile agent adalah :
  1. Telah di kenal alamat IP-nya dan alamat IP tersebut dapat diakses melalui jaringan
  2. Telah dipasang JDK ( Java Development Kit) versi 1.1.8 serta aglet viewer tahiti berjalan dengan nomor port yang telah ditentukan
  3. Sistem operasi menggunakan NT/2000/XP atau Linux
Untuk syarat terakhir, yaitu mengenai sistem operasi yang digunakan oleh host yang akan menjadi tujuan pengiriman mobile agent, perlu sedikit modifikasi pada salah satu class dari mobile agent bila menggunakan sistem operasi selain tersebut di atas.
4.6 Skema Dasar Proses Deteksi Penyusupan
Urutan langkah deteksi penyusupan suatu jaringan komputer ditunjukan dengan gambar skema deteksi penyusupan seperti pada gambar 4.2. di bawah ini akan dijelaskan urutan langkah proses deteksi penyusupan dari suatu jaringan komputer tersebut. Dengan asumsi setiap host sudah dijalankan aglet server yang siap menerima aglet yang  masuk pada port yang sudah ditentukan. Sementara tahiti dijalankan pada komputer asal dimana administrator akan melihat hasil kerja agen tersebut.
 Langkahnya sebagai berikut :
  1. Langkah pertama adalah Admin menentukan host-host mana yang akan dideteksi
  2. Melakukan scanning nama host yang aktif. Untuk mempercepat proses, terlebih dahulu dilakukan pengiriman paket ping ke masing-masing host untuk memeriksa apakah host yang bersangkutan sedang aktif atau tidak. Bila sampai batas waktu tertentu tidak diperoleh balasan (reply) dari host yang bersangkutan. Maka dapat disimpulkan bahwa host tersebut sedang tidak aktif atau sedang tidak terhubung ke jaringan sehingga tidak dilakukan proses pengiriman mobile agent. Hanya terhadap host-host yang sedang aktif saja proses tersebut dilakukan.
  3. Mengirimkan agen ke host  tersebut. Agar agen dapat sampai ke tujuan, sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu alamat IP atau nama host dari host tujuan.
  4. Di tiap host yang disinggahi, agen akan melakukan pengambilan informasi yang diperlukan untuk deteksi penyusupan.
  5. Mobile agent membawa rencana perjalanannya (itinerary) dan akan berpindah ke host berikutnya dalam rencana perjalanan tersebut.
  6. Setelah semua host dalam rencana perjalanan dikunjungi, agen kembali ke host pengirim dengan membawa serta informasi yang telah dikumpulkan tersebut.
  7. Untuk kemudian dilakukan analisa dan ditampilkan hasilnya di komputer pengirim agen. Informasi yang ditampilkan dalam bentuk informasi setiap host, maupun informasi penting seluruh host pada jaringan.




  • Antarmuka User
Antarmuka user di sini selain sudah disediakan oleh Tahiti, juga dilakukan oleh agen Master dengan membuat frame dialog. Ini memungkinkan user untuk memasukan alamat dari host-host yang menjadi tujuan deteksi penyusupan. Kemudian di akhir perjalanan, agen master akan menampilkan hasil dari pengumpulan dan analisa informasi deteksi penyusupan yang diperoleh. 
4.9 Lingkungan Implementasi
Program diimplementasikan dengan memanfaatkan:
1.                            Aglet API Development Kit versi 1.1.0. Karena kemampuannya membuat lighweight agent, maka Aglet API sering disebut RISC mobile agent.
2.                            Bahasa pemrograman yang dipergunakan adalah Java dengan tool pengembangan JDK versi 1.1.8 for linux/windows
3.                            Semua perangkat lunak dipergunakan pada sistem operasi windows dan Linux RedHat 7.0
4.                            MySQL merupakan server database yang memiliki kemampuan multiuser, berukuran kecil, memiliki kecepatan dan kinerja yang baik. Selain itu juga merupakan proyek open source yang bebas dipergunakan secara gratis.
4.10 Pembuatan Class
Aplikasi mobile agent ini terdiri dari tiga buah class utama, yang bertugas untuk melakukan deteksi dan interaksi masukan/keluaran dengan user.
Class tersebut adalah:
  1. MasterIDS
  2. FrameIDS
  3. SlaveIDS
 
  • Class MasterIDS
Class ini merupakan class utama yang akan dijalankan pertama kali oleh user dari antarmuka Tahiti. Class MasterIDS merupakan stationary agent yang mengontrol masukan dari class FrameIDS, serta bertugas membentuk, mengirimkan /menerima informasi dari class SlaveIDS. Class ini dimodifikasi dari class CirculateAglet.
            Karena ada kemungkinan tidak semua host tujuan sedang aktif, maka class ini memiliki fungsi ping untuk memeriksa host yang aktif. Selanjutnya pengiriman mobile agent hanya akan ditujukan pada host yang aktif saja. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses deteksi. Sejumlah fungsi yang ada:
  1. boolean handleMessage(Message msg): menangani pesan dari agen Slave
  2. boolean ping ( String  pingAddress): menemukan host tujuan yang aktif

  •  Class FrameIDS
Class ini merupakan class yang bertujuan membuat tampilan dialog untuk interaksi dengan user. Sejumlah pekerjaan yang dilakukannya:
  1. Menerima masukan penambahan dan pengurangan host-host yang akan menjadi tujuan perjalanan mobile agent (itinerary), serta perintah pengiriman agent
  2. Menampilkan informasi deteksi yang diperoleh oleh mobile agent, atau menampilkan informasi deteksi yang sudah tersimpan pada database.
  3. Menampilkan status keberangkatan / kepulangan suatu mobile agent
Class ini dimodifikasi dari class CirculateFrame pada aplikasi CirculateAglet yang terdapat pada Aglets. Fungsi yang ada disini adalah :
voidactionPerformed (ActionEvent) untuk menangani event.
4.10.3 Class Slave IDS
Ini adalah class mobile agent yang akan berkeliling jaringan. Class ini dibuat oleh MasterIDS, dikirimkan ke host tujuan, mengambil informasi dari host, dan melanjutkan perjalanan sesuai rencana perjalanan (itinerary). Class ini dimodifikasi dari class FingerSlave yang terdapat pada aplikasi Finger di Aglets. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan oleh class SlaveIDS:
1.               Melakukan inisialisasi yang diperlukan untuk memulai perjalanan, seperti rencana perjalanan
2.               Melakukan perjalanan ke host-host tujuan
3.               Mengambil informasi pada host tersebut
4.               Kembali ke host asal pengiriman, memberikan pesan kepulangan ke class MasterIDS
5.               Melakukan analisa dan penyimpanan hasil ke database
Class Slave IDS mempergunakan sejumlah fungsi:
  1. void onCreation (Object ini): dijalankan saat agen ini tercipta, lalu akan memanggil fungsi void readConfig ( ) untuk membaca file konfigurasi (aturan.txt) untuk menentukan inisialisasi sejumlah variabel sesuai kebijakan jaringan.
  2. boolean handle Message(Message msg): penanganan pesan dari agen master.
  3. void start ( ): diaktifkan untuk memulai perjalanan berkeliling jaringan
  4. void doJob ( ) : diaktifkan pengambilan informasi yang dilakukan di tiap host. Untuk keperluan itu mempergunakan fungsi-fungsi:
a.       void ambilport ( ) : mengambil port tertentu yang aktif
b.      void ambilDIR ( ): mengambil free disk space di windows
c.       void ambildf ( ) :  mengambil free disk space di linux
d.      void ambilfree ( ) : mengambil free memori di linux
e.       void ambiluptime ( ): mengambil waktu uptime di linux
f.       void ambiltmp ( ): mengambil ukuran direktory /tmp di linux
g.      void ambillog ( ): mengambil informasi login di linux
h.      void ambilproses ( ) : mengambil perintah tertentu yang aktif
5.   void doResult ( ): menangani dan analisa informasi deteksi, penyimpanan ke database

  • Kesimpulan
Dalam perkembangannya, sistem deteksi penyusupan telah dirancang dengan bermacam-macam algoritma dan struktur deteksi. Diawali dengan host-based, lalu berubah ke sistem network-based, dan dalam beberapa tahun kemudian memiliki kecenderungan kombinasi terdistribusi dari keduanya. Bagaimanapun, selama perubahan itu, sumber informasi yang dipergunakan tidak berubah. Diharapkan hasil kerja ini akan memberikan suatu panduan untuk integrasi pada perancangan sistem selanjutnya yang akan berdampak pada peningkatan kinerja. Beberapa kontribusi utama :
1.      Menyatakan properti dari mobile agent berkaitan dengan penggunaannya untuk deteksi penyusupan, dan arsitektur untuk pembuatan IDS berdasar pada mobile agent.
2.      Merancang suatu prototype dari IDS mempergunakan arsitektur tersebut, sehingga menunjukkan kemungkinan mempergunakan mobile agent untuk melakukan deteksi penyusupan yang dapat dijalankan di paltform sistem operasi berbeda.
3.      Mobile agent bisa meningkatkan kemampuan deteksi sistem, mengeksplorasi kemampuan deteksi serangan tertentu yang susah bila diimplementasikan dengan IDS tradisional. Dengan sekumpulan agen ini menembus batasan tradisional dari IDS dengan host based aatau network based.

Kamis, 29 November 2012

Cloud Computing

Cloud Computing adalah sesuatu teknologi komputasi yang berfokus pada pemanfaatan kemampuan internet dalam melalukan tugas komputer pada umumnya. Contoh dari cloud computing : Online Storage 

Apa itu Online Storage?
Online storage atau masyarakat indonesia menyebutnya Penyimpanan data online, merupakan Halaman Website yang menyediakan fasilitas untuk menyimpan data – data atau file dalam format tertentu di server penyedia layanan Online Storage. Dengan syarat user yang akan mengupload file harus terdaftar sebagai Anggota atau member.

Contoh – Contoh Online Storage
Onlie storage atau penyimpanan data online yang berkembang saat ini cukup beragam namun pada umumnya konsep – konsep dasar dari masing – masing Online Storage ini sama. dimana fungsi utamanya adalah penyimpanan semua data atau file yang di upload oleh member dan kemudian dapat di download dengan bebas oleh semua pemakai internet dengan syarat harus mempunyai atau mengetahui link downloadnya. Berikut adalah contoh Web yang menyediakan fasilitas Online Sorage: 4Shared Ziddu TurboShare Dll

Dari mana keuntungan yang di dapatkan oleh pemilik Web Online Storage?
Secara umum Web – web yang menyediakan fasilitas ini adalah Website – Website komersial. Yang dimaksud Komersial disini adalah Pemilik Website Online Storage ini menyedikan fasilitas penyimpanan secara online dengan gratis, dengan misi agar banyak masyarakat yang bergabung menjadi member, kemudian mengUpload banyak file – file yang berguna dan menarik sehingga ini akan dimanfaatkan pengguna untuk menShare file – file dokumen, artikel, aplikasi, lagu, video, game dan lain – lain, sehingga dengan otomatis akan lebih banyak pula masyarakat pengguna internet yang tidak sengaja atau secara sengaja di arahkan ke halaman Web Online Storage karena file atau data yang di cari sebelumnya di upload di Web Online storage terkait. Sehingga inilah yang dimanfaatkan oleh Pemilik Web Online Storage untuk menyediakan jasa pemasang Iklan – iklan yang berbayar. Dan bukan hanya itu, ada pula beberapa kalangan masyarakat pengguna intenet memang sangat memerlukan fasilitas penyimpanan Online ini dengan alasan keperluan Bisnis atau yang lainnya yang mengharuskan pengguna untuk memakai Space yang lebih tinggi atau mendapatkan fasilitas – fasilitas khusus dari penyedia Online Storage, sehingga dengan fasilitas – fasilitas khusus tersebut pengguna harus melakukan pembayaran (tidak gratis) dalam melakukan pendaftaran. Sehingga secara sederhana dapat di asumsikan bahwa Pemilik Web Online Storage dapat mengambil keuntungan dari jasa pemasangan iklan dan member premium atau berbayar.

Keuntungan bagi pengguna internet dengan adanya Online Storage
Manfaat dari adanya Online Storage ini sangatlah dirasakan oleh pengguna yang cukup aktif di bidang internet :

1. Untuk bisnis
Tidak sedikit orang yang memanfaatkan fasilitas ini untuk berbisnis, contohnya misalkan di gunakan sebagai media penyimpanan Buku – buku elektrik atau biasa disebut E-Book, ada juga yang memanfaatkan sebagai bisnis penjualan aplikasi, game, Film secara Online. Dengan prosedur transaksi yang beragam.

2. Untuk Keperluan kantor
Misalkan sebuah perusahaan memiliki beberapa cabang dan kebetulan jarak antara masing – masing kantor berjauhan yaitu antar pulau, dan kebetulan ada sebuah File atau data yang perlu di kirim pada hari itu dengan kapasitas data yang cukup besar sehingga tidak memungkinkan jika di kirimkan via Email, dan karena di butuhkan sangat mendesak pada saat itu juga sehingga dengan menggunakan jasa pengiriman paket kilat sudah tidak memungkinkan, dan alternative lain yaitu mengupload data tersebut ke Website penyedia online storage tadi. Sehingga dengan hanya mengirimkan Link download ke yang memerlukan, semua data bisa di Unduh.

3. Untuk keperluan sekolah atau kampus
Ini sangat bermanfaat saat pengumpulan tugas dari Guru atau dosen yang kapasitas file tugasnya melebihi kapasitas standar yang di batasi Email. Sehingga alternative lain yang bisa kita gunakan untuk mengumpulkan Tugas adalah Online Storage.
Dari  ke 3 point di atas masih banyak lagi manfaat – manfaat lainnya yang bisa di peroleh dari fasilitas Online Storage ini.

Dampak positif dan negatif
Dari beraneka ragam bentuk penggunaan dan pemanfaatan dari Web Online storage ini tentunya memiliki nilai – nilai positif dan negatif.
Nilai Positif
JIka semua fasilitas dan ketentuan – ketentuan dari penyedia layanan ini di patuhi 100% maka secara otomatis semua kegiatan dalam pemanfaatan fasilitas akan bernilai Positf baik bagi Penyedia layanan, pengguna (pengunggah) dan pengguna (pengunduh).
Nilai Negatif
Mungkin sebagian dari kita sudah pernah merasakan dampak negatifnya, tentunya dampak negatif ini sangat di pengaruhi oleh pengUgah file seperti contoh misalkan suatu halaman Website atau blog yang menyediakan bacaan atau artikel tentang apa saja yang menyediakan link – link download yang ternyata file yang di download tadi mengandung virus, video fitnah, berita Hoax, dan file – file yang merugikan lainnya.
Berikut adalah contoh website penyedia fasilitas online storage, yang saya contohkan adalah www.ziddu.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Menu

Recent Post

TWITTER